Minggu, 14 Desember 2008

HAMAS


Asww.
Ra’fat Nassif, seorang pemimpin terkemuka di parlemen Tepi Barat dari Hamas, menegaskan bahwa Hamas di Tepi Barat tetap mendapatkan dukungan yang kuat. Anggota parlemen Hamas itu, menambahkan,ia tetap yakin, bahwa organisasinya akan menang di Tepi Barat. Meskipun, kondisi di Tepi Barat, sangat sulit, sejak Hamas mengambil alih seluruh Gaza. Di mana, di kawasan Tepi Barat telah terjadi balas dendam yang dilakukan kelompok al-Fatah dan Mahmud Abbas terhadap kelompoknya.

Nassif, yang diwawancarai surat kabar ‘Palestine’, Senin, yang lalu, menolak tuduhan yang dilontarkan fihak al-Fatah dan Mahmud Abbas, yang menyatakan Hamas, takut terhadap akan dilaksanakannya pemilu presiden yang lebih dini. Sebaliknya, para pemimpin Hamas, yang ditanya soal waktu jadwal pemilihan presiden, hanya ingin adanya keputusan yang tegas, tentang jadwal pemilihan yang ditetapkannya.

Presiden Mahmud Abbas, sebagai pemimpin Otoritas Palestina, mengumumkan jadwal pemilihan presiden, pada tanggal 9 Januari 2009, sementara itu, jadwal pemilihan anggota parlemen dijadwalkan pada 2010. “Bila jadwal pemilihan sudah ditetapkan untuk pemilihan anggota legislative, kami ingin dunia menyaksikan, dan kami akan memenangkan pemilihan itu”, ujar Nassif.

Pemilihan yang dijadwalkan itu akan membuktikan terhadap pilihan rakyat Palestina, hal ini akan merupakan bentuk penolakan terhadap tindakan yang tidak menguntungkan bagi perjuangan rakyat Palestina, dan yang hanya membuang-buang waktu. Dengan pemilihan yang jelas, dan siapa yang memenangkan pemilihan nanti, maka menunjukkan siapa yang sebenarnya memiliki kekuatan politik riil. Negosiasi antara Hamas – al Fatah,yang sekarang berlangsung tidak menguntungkan bagi perjuangan rakyat Palestina. Apalagi, semakin banyak adanya campur tangan dari fihak luar, yang menyebabkan semakin memburuknya kondisi di Palestina.

Memang, sejak Hamas mengambil alih seluruh Gaza dari al-Fatah, kondisi di Tepi Barat, terutama bagi para aktivis Hamas, semakin tidak aman. Karena, sering anggotanya Hamas, harus menghadapi aparat militer al-Fatah, yang menggunakan aparat militernya memberangus Hamas. Banyak diantara aktivis dan tokoh Hamas, di Tepi Barat yang ditangkap dan dipenjara oleh Otoritas Palestina di bawah Mahmud Abbas. Mereka juga melakukan kerjasama dengan fihak Israel, dalam menghadapi Hamas di Tepi Barat.

Nassif menegaskan, bahwa Hamas akan mewujudkan kesatuan nasional, menuju terwujudnya sebuah Negara Palestina. Anggota parlemen Hamas dari Tepi Barat itu, menyatakan tak ingin melepaskan diri dari perjuangan yang sudah pernah dilaksanakan oleh para pendahulu, yaitu para syuhada, seperti Syeikh Ahmad Yasin, dan Dr. Abdullah Rantisi. Mereka yakin perjuanggan yang mereka laksanakan, tetap mendapatkan dukungan dari rarkyat Palestina.

Pemilihan presiden yang akan datang dipastikan menjadi sebuah peristiwa politik yang sangat mempengaruhi konstalasi di Timur Tengah, bila yang memenangkan bukan dari kelompok al-Fatah, dan ini dapat mengubah seluruh peta politik di kawasan itu.

Sebab, kemenangan Hamas di pemilihan parlemen, dan diambil alihnya pemerintahan oleh kelompok Hamas, di mana Ismail Haniya, seorang tokoh Hamas memegang kendali pemerintahan telah menimbulkan kepanikan di kawasan Timur Tengah.

Usaha-usaha yang dilakukan para pemimpin Israel, Barat, dan Timur Tengah ingin menggembosi pengaruh politik Hamas, secara sistematis, tapi gagal. Maka, jika bulan Januari nanti pemilihan presiden dan dimenangkan oleh Hamas, seluruh kekuassaan ditangan Hamas, baik presiden dan perdana menterinya berada ditangan satu faksi yaitu Hamas, konstalasi politik di Timur Tengah, pasti akan berubah. (Mh/Ikhwan web)

Jumat, 12 Desember 2008

Hidayat


PKS Bandung Luncurkan Rumah AspirasiEmpat Ekor Sapi di DPP PKS
Home » Berita » Liputan Media


Jumat, 12/12/2008 12:58:53 | 490 hit | |


Survei IRDI

Hidayat Pemimpin Muda Terfavorit

"Sebanyak 54,98 persen menjawab iya (menghendaki tampilnya pemimpin muda). 20 persen menjawab tidak dan 25,15 persen mengatakan tidak tahu atau tidak menjawab,"



Jakarta - Mayoritas pemilih di Indonesia menghendaki tampilnya pemimpin muda di panggung politik. Nama Hidayat Nur Wahid paling terdepan dipilih masyarakat. Disusul Andi Mallarangeng dan Soetrisno Bachir (SB).

Demikian hasil survei dari Indonesian Research dan Develompment Institute (IRDI) di Hotel Nikko, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (11/12/2008).

Hasil survei menunjukkan nama Hidayat Nur Wahid dipilih tertinggi oleh responden yakni sebesar 32,92 persen. Andi Mallarangeng 23,99 persen. SB 11,91 persen, Anas Urbaningrum 8,14 persen, Adhyaksa Dault 8,06 persen, Rizal Mallarangeng 5,43 persen, Hatta Rajasa 2,45 persen dan Tifatul Sembiring 1,31 persen.

"Sebanyak 54,98 persen menjawab iya (menghendaki tampilnya pemimpin muda). 20 persen menjawab tidak dan 25,15 persen mengatakan tidak tahu atau tidak menjawab," ujar Direktur IRDI Notrida G Mandica Nur dalam jumpa pers.

Survei dilakukan pada 6-13 Oktober 2008. Responden berjumlah 2.000 orang yang tersebar secara proporsional di 33 provinsi dan 200 desa atau kelurahan.

Mereka yang ikut survei adalah penduduk Indonesia berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Proporsi laki-laki dan wanita 50:50, dan proporsi pedesaan dan perkotaan 57,3 : 42,7.

Tingkat kepercayaan dari survei ini 95 persen dan sampling error kurang lebih 2,19 persen. Dalam acara itu hadir Menpora Adhyaksa Dault, Anas Urbaningrum, dan Yuddy Chrisnandi.

Rabu, 10 Desember 2008

Free


Asww.
Jamal Al-Khudhari, wakil ketua tim kerakyatan untuk menghadapi blokade, menegaskan adanya intifadhah kapal yang terus-menerus berdatangan meskipun penghadangan oleh Zionis dan upaya untuk menghalangi kapal “Al-Marwah dari Libia, kapal Al-Ied yang berasal dari pelabuhan Jaffa dan kapal dari Qatar terus meningkat, yang menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan memberikan jaminan akan terus berlanjutnya upaya untuk menghentikan blokade.

Al-Khudhari menyambut adanya keputusan slogan gerakan “Free Gaza” perjalanan sebuah kapal yang bertolak dari pelabuhan Laranca Siprus, pada hari ini, jam sebelas lewat tiga puluh menit waktu Palestina menuju pantai Gaza, dengan membawa sekelompok relawan internasional, para dokter, profesor dan dosen, dan sejumlah obat-obatan untuk mengatasi blokade Zionis yang dikenakan pada Gaza. Hal ini menunjukkan bahwa perjalanan “Free Gaza” sebagai kapal keempat yang berasal dari pelabuhan Siprus menuju pantai Gaza, dan diperkirakan akan tiba di pelabuhan Gaza pada sore hari ini.

Adapun yang berhubungan dengan ancaman-ancaman Zionis, ketua tim kerakyatan untuk menghadapi blokade menegaskan tidak berhak entitas Zionis melakukan penghadangan terhadap kapal-kapal yang berlabuh di perairan teritorial Palestina seperti yang pernah terjadi pada 3 kapal sebelumnya, dan beliau menegaskan bahwa ancaman-ancaman tersebut tidak akan berhasil menghentikan intifadhah kapal-kapal tersebut.

Al-Khudhari memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para relawan yang berada di kapal tersebut, dan juga berterima kasih atas upaya yang telah mereka lakukan untuk menghentikan blokade, sebagaimana beliau juga menyampaikan apresiasi kepada gerakan “Free Gaza”, yang menjadi inisiatif bergeraknya kapal-kapal dari Siprus menuju Gaza.

Sementara itu dalam berita lainnya disebutkan bahwa Yaman sedang menyiapkan kapal “Al-Izzah” untuk dikirim ke Palestina dalam rangka menghentikan Blokade di Gaza. Kapal Kuwait yang diperkirakan akan sampai di Gaza akhir desember ini untuk menghentikan blokade di Gaza. Pasukan dari tentara angkatan laut menghadang kapal “Al-Marwah” yang berasal dari Libia yang sedang menuju pantai di Gaza. Kapal atas nama Forum Parlemen Islam untuk menghentikan blokade di Gaza.

Kamis, 04 Desember 2008

Haid


Asww.
Pertanyaan Assalamu'alaykum wr wb.

Karena kondisi sangat mendesak, bolehkah berhubungan sex saat istri haid namun suami menggunakan kondom dan istri tetap bercelana dalam ?

Sehingga seperti bercumbu, namun tidak ada kontak alat kelamin. Dalam hal ini kebutuhan suami terpenuhi dan kemaluan istri tetap tdk tersentuh.

Wassalamu'alaykum wr wb.

Handoyo

Jawaban Assalamu alaikum wr.wb.
Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua.
Berhubungan intim di saat haid sangat dilarang dalam ajaran Islam. Dalilnya adalah firman Allah yang berbunyi,

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka (tidak boleh menyetubuhi), sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Al-Baqarah: 222).

Hubungan intim yang dimaksud di atas adalah hubungan seksual (coituz) yang berupa adanya penetrasi. Namun, apabila sekedar bercumbu atau sekadar menyentuh tanpa sampai berhubungan diperbolehkan meski dalam kondisi haid. Rasul saw. bersabda, “Lakukanlah apa saja kecuali nikah (jima).” (HR al-Jamaah).

Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalamu alaikum wr.wb.

Senin, 01 Desember 2008

KELUHAN


Asww.

غربتي في بيتي أفقدتني شخصيتي

المرحلة الثانوية من أخطر مراحل المراهقات

مراهقة على شرفة الانتحار- البحرين:


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

لديَّ مشكلة بسيطة، لكنها قد تقودني إلى الانتحار بعد وقت قصير..

أنا فتاة مراهقة، في سنتي الأخيرة في الثانوية العامة، أصغر فتاة من بين إخوتي ولي أخ يصغرني بسنة..

أنا لديَّ الكثير من الإبداعات.. رسم، كتابة قصص.. هذه الأشياء كانت تجذب أهلي ناحيتي وتجعلهم يمدحونني.

لكن الأمر تغيَّر في السنتين الأخيرتين..

أنا فتاة مدللة وأظن أن الجميع تحت إمرتي.. أخي الذي يصغرني بسنتين.. كبر مثل أي مراهق ويحب أن يثبت رجولته وشخصيته.. يراني فتاةً عديمة التفكير.. غبية..



استمر في ضربي في فترة معينة.. ومل أهلي من معاقبته فأهملوا هذه القضية.. فإذا لجأت إلى أبي باكيةً.. زفر بملل وغادر.. وأرى ابتسامة سخرية على وجه أخي الأصغر..

هذه المشكلة الأساسية التي تفرعت منها العديد من المشاكل..
صرت عديمة الشخصية بشكل أكبر.. الجميع يتحدث ويثبت وجوده، لكني لا أجد أي حديث أتحدث فيه.. رغم أني عمري 17 سنة وهذا عمر كافٍ لأعبر عما يختلج بداخلي..
يرمقونني بانزعاج... فتاة مملة..
إذا وددت طلب أي شيء منهم يصعب عليَّ النيل على ما أشاء إلا بوساطة أختي التي تكبرني بقليل..

هي قوية الشخصية والجميع يحبها ويعاملها بود.. طلباتها تُلبَّى بابتسامة رضا وحتى إلحاحها مقبول.



ارى أني لا أحصل على كل هذا رغم أن طلباتي قليلة وإلحاحي لا يتعدى كلمتين رجاء
الجميع يقول لي أنت تقلدين أختك في الحديث وبسخرية أيضًا..
إلى الآن لا أحصل على أي مديح..



أجاهد لأعدل وأنسق في شخصيتي ولم أفلح، وبسبب الضغط النفسي صرت ألتجئ للحاسوب لتلهو نفسي وللأسف فإني دخلت المنتديات الساقطة والمواقع أيضًا.. أنقذت نفسي في اللحظة الأخيرة.



أمي تحبني كثيرًا وتخشى عليَّ وتتمنى لي دراسة موفقة، لكن هذا ينعكس سلبًا على معاملتها لي.



بينما أنا جالسة مع إخوتي أحاول التواصل معهم بكلمة أو كلمتين حتى لو آذوني بكلامهم.. أرى أمي تصرخ بي: اذهبي للمذاكرة.. اذهبي لفعل كذا وكذا وكذا.. أنت كذا.. أنت كذا
وتأتيني كلمة نفور من أحد إخوتي: "اذهبي".



أمي لا تعلم أني بحاجة للتواصل مع إخوتي دون تدخلها وصراخها، فإذا أرادت مني فعل شيء تطلب من أخي مثلاً أن يأتي ويأمرني بفعله.. فتخيلوا أخي يأتي مجبرًا منزعجًا ويقول: "أمك تقول اذهبي لفعل كذا".



تلاشت علاقاتي مع أهلي إلا أختي التي أغار منها لحد الموت، فأتمنى من كل قلبي أن تسقط ولو مرة من عيون أهلي بينما أنا أرتقي في عيونهم، لكن هذا من المستحيلات..



الجميع يقذفني بالكلمات القاسية

فساءت نفسيتي ولم أستطع إسعاد نفسي حتى في حفل خطوبة أختي
لم يكن أحد يستشيرني في شيء أو يستمع لرأيي.



وإذا رأوني ضجرة مستاءة استغربوا ثم أشاحوا وجوههم بضيق، فوجه مثل وجهي ممل ماذا إذا تقطبت ملامحه؟ بالتأكيد لا يطاق!.



إني على وشك الانتحار أو أن أصيب نفسي بشيء.. كل يوم ألقى معاملةً أسوأ فأسوأ.



أنا مصابة بالصرع فأحيانًا أفكر في بلع كمية كبيرة من الحبوب لأرقد في المشفى وأجتذب اهتمام أهلي بي ولو مرة واحدة.



أحتاج لنصيحتكم..

* يجيب عن الاستشارة: د. حاتم آدم- الاستشاري النفسي في (إخوان أون لاين):

ابنتي العزيزة.. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.. أرجوك اهدئي قليلاً، وافهمي أن طبيعة السن الذي تمرين بها فيها تقلبات عاطفية وانفعاليه شديدة، كالتي تحدثيني عنها، وفيها أيضًا رغبة شديدة في إثبات الذات ولفت نظر الآخرين، كالذي تحدثيني عنه أيضًا فأنت إنسانة صادقة مرهفة الحس ولكن يا ابنتي ليست الأمور كما ترينها.



أبواك يحبانك وإخوتك كذلك؛ مهما قلت من عبارات شديدة.

أرجوك ابحثي عن هواية تتقنيها وتثبتي ذاتك من خلالها، وأنت تملكين بدايات طيبة في الرسم وكتابة القصص.. نمِّي هذه الموهبة وابحثي عن أشخاص أو معاهد مختصة في الأمر وتابعيها.



لماذا لا أراك متفوقةً في الدراسة، فكل الفصل وأولياء الأمور والمدرسين ينظرون إلى الأولى باستمرار ويحاولون التحدث معها واستكشافها.



حاولي الاقتراب من أختك وقاومي نار الغيرة المتأججة وحوِّليها إلى تعاون وسباق في الخير والعمل الصالح، واعلمي أن قوتك من قوتها وضعفها من ضعفك.



لماذا لا تتفقان معًا على إبداع أحداث ومواقف تسر وتبهر العائلة؟



لماذا لا تقتربان من أمكما وتحاولان مساعدتها في إدارة المنزل وشئونه؟



احرصي على الانتظام على أدوية الصرع؛ فإنه أصبح الآن وبفضل الله ثم التطور العلمي مرضًا قابلاً للشفاء إذا واظب المريض على الأدوية وإرشادات الطبيب.



احرصي على مزاولة التمرينات الرياضية أو الاشتراك في أحد الأندية أو النشاطات الرياضية النسائية إذا كان ذلك متاحًا.



واعلمي أن المؤمن الحقيقي لا يبيع آخرته بأي ثمن حتى لو كانت دنياه هي الجحيم بعينه.. أتدخلين الجحيم في الدنيا والآخرة؟!



أطلب منك طلب أن تُطلعي والدتك على رسالتك، وعلى الرد، وكوني شجاعةً في التعبير عما تعانين منه عند مَن يهمه أمرك.. والسلام


m>

Sabtu, 29 November 2008

Ghazah


Asww.
- Gaza, Anggota Legislatif Jamal Hidlri, sekaligus ketua Komite Rakyat Anti Blokade Jalur Gaza menegaskan bahwa Intifadhah kapal damai untuk membebaskan blockade dari Jalur Gaza agar segera terwujud secara berkesinambungan.

Hidlri mengisyaratkan bahwa sebuah kapal dari Qatar baru dalam beberapa hari ke depan akan datang dari pelabuhan Cyprus menuju Jalur Gaza yang membawa bahan bantuan kemanusiaan setelah sebuah kapal Libia “Al-Marwah” tiba di Jalur Gaza Senin kemarin lusa tiba di Jalur Gaza dengan membawa bantuan sebesar 15 juta dolar.

Pernyataan ini disampaikan oleh Hidlri dalam sebuah pamerah gambar yang digelar Kamis (27/11) yang memamerkan efek-efek blockade Israel terhadap Jalur Gaza di Pusat Richard Al-Sho di barat Gaza.

Pameran itu menampilkan sejumlah gambar pengaruh blockade Israel dalam segala bidang kehidupan rakyat Palestina. Disamping itu putar film “suara dari jantung Gaza” yang menayangkan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza dan dampaknya bagi kehidupan rakyat Palestina di sana. Dimana Israel menutup semua perlintasan masuk Jalur Gaza dan melarang semua bantuan dan kebutuhan dari luar.

Hidlri menyampaikan terimakasih kepada Libia, Qatar yang mendukung terus rakyat Palestina. Ia kembali menyerukan kepada Negara-negara Arab untuk mendukung rakyat Palestina dan bekerja serius untuk membebaskan blockade dari Jalur Gaza.

Dalam konteks ini, Hidlri menegaskan bahwa penjajah Israel terus menutup perlintasan Jalur Gaza dan kembali menyatakan tidak jadi membuka perlintasan Rafah karena alasan yang tidak jelas. Pembukaan perlintasan Jalur Gaza adalah sebuah keharusan untuk menjamin masuknya semua kebutuhan dan bahan mentah sebab itu adalah hak rakyat Palestina yang dijamin oleh semua undang-undang dan konvensi internasional dan HAM. (infopalestina)

Senin, 24 November 2008

Tersingkap


Asww.

أكد خالد مشعل رئيس المكتب السياسي لحركة المقاومة الإسلامية حماس أن الحركة لم تنسحب من حوار القاهرة، قائلاً: لقد كنا في مباحثات متواصلة مع الراعي المصري، وعندما وجدنا أن مستلزمات هذا الحوار لم تتحقق أبلغناه بالاعتذار.



وفي سؤال لـ(إخوان أون لاين) عن تأخر الحركة في الإعلان عن تفاصيل الاعتذار قال مشعل: "ليس كل حوار داخلي لا بد أن نستبق الإعلان فيه؛ لتوفير المناخ اللازم للحوار، لكن عندما أصبحت الأمور لا بد من التعبير عنها عبَّرنا، ولو شرحنا موقفنا مبكرًا لاتُّهِمَت حماس أنها شوَّشت الأجواء".



وفي سؤال آخر عن موقف حماس من التصعيد الإعلامي لبعض الأقلام المصرية واتهامها حماس بأنها تمثِّل خطورةً على الأمن القومي المصري؛ قال مشعل: "سامحهم الله.. فستبقى مصر كبيرةً لدينا نحن في حماس، ولدى كل الشعب الفلسطيني.. مصر بشعبها وتاريخها وتضحياتها من أجل فلسطين، لكن أن يريد البعض أن يستسهل اتهام حماس فسامحهم الله، ويكفينا أن الشعب المصري لن تنطلي عليه هذه الاتهامات المكشوفة، ولقد عرضنا على الإخوة في مصر أن تكون لنا علاقةٌ إستراتيجيةٌ؛ لأن مصر هي الدولة الكبرى ولها تاريخ عظيم وأصيل في الصراع العربي الصهيوني والانتصار للقضية الفلسطينية، والشعب المصري ضحَّى بالكثير من أبنائه على أرض فلسطين في حروب عديدة، وهذا نقدِّره جيدًا، والعرب بدون مصر يبقون ناقصين وضعفاء، ونريد لمصر أن ينمو دورُها العربي الإسلامي والإقليمي والدولي، وأن تتعامل مع شعبنا ومقاومتنا وكل أطراف القوة في المنطقة، ونحن مصرُّون على التعامل مع مصر، ونتمنَّى على الإخوة في مصر أن يتفهَّموا ذلك، وأن يتعاملوا مع حماس باعتبارها قوةً لصالح العرب وقوةً شرعيةً بشرعية النظام وبشرعية الانتخابات، وحماس لا تُضمر سوءًا للأمن القومي العربي، وقلتها مرارًا: لا يُعقَل أن نغفر لمن نقل المعركة من داخل فلسطين إلى خارجها لسنوات عديدة، وتدخل في بعض الساحات في الأوطان العربية، وفعل الكثير والكثير لمجرد رضا أمريكا عنه، أما الحركة التي حصرت معركتها في فلسطين ولم تنقلها للخارج وليس في سجلِّها أو تاريخها نقطة سوداء تؤثِّر على الأمن العربي أو القومي لأي دولة لا يُغفَر ذنبها؛ لأن أمريكا ساخطة عليها هذا حرام وليتقوا الله فينا؛ فقلوبنا مفتوحة لكل إخواننا العرب وعلى رأسهم إخواننا في مصر ولا يوجد في علاقتنا مع مصر ما يعطل أي حوار.



ورفض مشعل ما يثار حول تعرضه للتهديد من قِبَل الطرف المصري للتوقيع على التصالح، مؤكدًا أن حماس لا تفعل شيئًا حتى يهدِّدها أو أن تهدد أحدًا ولا تقبل أن تهدِّد أحدًا أو أن يهددها أحد، وعلاقتنا مع مصر ليست قائمةً على منطق التهديد.



وكان مشعل قد عقد مؤتمرًا صحفيًّا ظهر اليوم الإثنين 24 نوفمبر 2008م بالعاصمة السورية دمشق ضمن فعاليات المؤتمر العالمي لحق العودة؛ كشف فيه النقاب عن تفاصيل عديدة متعلقة بالحالة الفلسطينية منذ أحداث غزة في شهر يونيو 2006م وحتى حوار القاهرة الأخير؛ حيث أشار إلى اتصال أجراه مع رئيس المخابرات المصرية الوزير عمر سليمان يوم 14/6/2007م؛ أي بعد الانقسام بيوم واحد، أكد خلاله أن غزة لن تكون إطارًا بعيدًا أو كيانًا مستقلاًّ عن الضفة، وأن ما حدث حالة اضطرارية، وطالبه بعقد مصالحة في القاهرة، مشيرًا إلى أن الوزير سليمان أقرّه على ذلك، وطلب منه أن يدعه يبحث الموقف الآخر، وبعد عدة أيام قال له إن الطرف الآخر لا يريد واللحظة المواتية لم تأتِ بعد.



وأضاف مشعل: ولم تأتِ اللحظة المواتية إلا بعد سنة وثلاثة أشهر.. لماذا؟ أعتقد أن الجميع يعرف الإجابة لأن حماس لم تنكسر ولأن التسوية وصلت لطريق مسدود ولأن الاستحقاق الرئاسي أصبح على الأبواب".



وفيما يتعلق بالدور السوري في الأزمة الأخيرة؛ قال مشعل: "سوريا بحكم رئاستها للقمة العربية حاولت أن تتصل بالسلطة، وأن تخطو خطوةً مع فتح، لكن الرئاسة رفضت، وسوريا لم تشأ أن تزاحم أحدًا أو تتدخل في شأن أحد، وهنا تجدر الإشارة إلى ما تطرحه رام الله وبعض العواصم العربية حول تأثير إقليمي في مسار القضية الفلسطيني، وهو طرح يخلو من اتهام سوريا بشكل مباشر لحساباتهم معها، وإن كانت سوريا مضمرةً في الاتهام؛ فيستسهلون إيران، رافعين شعار (رمتني بدائها وانسلّت)، وعمومًا لا الإيرانيون ولا السوريون يتدخلون في هذا، لكن أعتقد أننا لا نحتاج إلى دليل على التدخل الصهيوني والأمريكي لدى الأطراف الأخرى!".



أمريكا وشاليط

وحول قضية الجندي شاليط أكد مشعل أنه لا جديد في ملفه؛ لأن العدو تراجع عن التزامه الأول الذي أبلغهم به الطرف المصري منذ شهور طويلة، وهنا توقفت المفاوضات غير المباشرة مع الفريق المصري، مضيفًا أن أولمرت وفريقه يتحمَّلون مسئولية تعطيل الإفراج عنه وعن أسرانا في سجون العدو، ولقد أتى الرئيس ساركوزي أثناء زيارته للقمة الرباعية في دمشق برسالة من عائلة شاليط واستلمتُها من الإخوة القطريين وأرسلتُها للإخوة في الداخل، وقاموا هم بارسالها لشاليط.



وبالنسبة للدور الأمريكي قال مشعل: الإدارة الأمريكية الراهنة منحازة للعدو الصهيوني، ومعتدية علينا وعلى أمتنا في العراق وأفغانستان، لكن هذا لا يعني أننا نرفع البندقية في وجه الأمريكيين؛ فنحن لنا عدوٌّ محدَّد، وعندما ذكرنا أننا مستعدُّون للتعامل مع إدارة أوباما؛ اشترطنا احترام حقوق شعبنا وثوابته، ومستعدون للتعامل مع العالم كله بشرط احترام حقوقنا والإصرار عليها واحترامنا لأنفسنا، لا أن نرمي أنفسنا في أحضان الآخرين، والحمد لله.. فإن وزيرة الخارجية الأمريكية كونداليزا رايس لم ترسل لنا رسالةً ولم تُشِدْ بنا فهذا لم يحدث على الإطلاق.



وأعلن مشعل عن رؤية حماس الرسمية فيما يخص المصالحة الوطنية، قائلاً: أقدم لكم رؤية حماس في المصالحة الوطنية، وحماس مسئولة عن كل كلمة أقولها؛ لأن هذا موقف رسمي ومدروس في مؤسسات الحركة، ومضمونه ضرورة المصالحة الفلسطينية الحقيقية التي تعالج كل الملفات الوطنية الفلسطينية التي تمس الشأن الداخلي للوصول بعد ذلك إلى البرنامج السياسي، وهذا موقف مبدئي، وليس مؤقتًا ولا تكتيكيًّا، ولقد سألني السيد عمرو موسى عن ذلك فقلت له: نحن مصرُّون على المصالحة بكل استحقاقاتها الوطنية، وإن الانقسام لم يكن خيارًا؛ بل كان نتيجةً لمن حاول الانقلاب على نتائج انتخابات 2006م مدعومًا بالصهاينة والأمريكان، والدليل على ذلك متوفر.



رؤيتنا للحوار الفلسطيني

وشرح مشعل رؤية حماس للمصالحة؛ التي تنطلق من رزمة متكاملة تطبقها كافة الأطراف الفلسطينية، وتعتمد على الآتي حسبما قال:



1- حكومة وفاق وطني تتفق عليها الفصائل، وخاصةً حماس وفتح، وهذا لا يعني أننا نرفض الكفاءات في الوزارة بل نضع فيها من الكفاءات ما يناسب المرحلة.



2- بناء الأجهزة الأمنية في غزة والضفة على حدٍّ سواء (الأجهزة الأمنية في غزة آبقة، ويجب إعادتها لبيت الطاعة، وهذا إخضاع، وما نريده هو بناؤها جميعًا على أسس وطنية).



3- بناء منظمة التحرير الفلسطينية، ولا يتم إرجاؤه إلا بجدولة زمنية محددة.



4- نريد مصالحات على الأرض لمعالجة الجراح التي في النفوس في غزة والضفة.



5- إجراء انتخابات رئاسية وتشريعية بموعد زمني محدد وبضوابط.



وأضاف مشعل أنه في هذه الحالة فإن المصالحة تكون ناتجةً من حوار حقيقي (الاتفاق قبل التوقيع)، وعلى أي راعٍ أن يعطي وقتًا كافيًا للمصالحة؛ فمثلاً السعودية جمعت الفرقاء اللبنانيين في الطائف شهرًا وخرجوا باتفاق دام واستمر، ونحن نريد أسبوعًا واحدًا.. أليس هذا هو المنطق الحقيقي؟!


سعيد صيام ومحمود الزهار وخليل الحية أعضاء وفد حماس


وفيما يخص تصور حماس لإضافة شروط سياسية جديدة حال المصالحة؛ أعلن مشعل رفضه لذلك، قائلاً: لا نقبل شروطًا سياسيةً جديدةً، إضافة لوثيقة الوفاق الفلسطيني التي وقَّعناها في 2006م، ولا نقبل زيادةً عليها، ومن قبله اتفاق القاهرة 2005م واتفاق مكة 2007م، وما جاء في ذلك من برنامج سياسي هو الذي يلزمنا، أما أن تضاف شروط جديدة، كالعودة من جديد لشروط الرباعية، أو إلى إلزامنا بالتزامات منظمة التحرير التي جاءت في ظروف معينة.. فإنها أمور لا تلزمنا؛ لأن ذلك يعني نبذ العنف والاعتراف بالكيان وغيرها من قضايا نحن لسنا ملزمين بذلك، وهناك أرضية اتفقنا عليها تعتبر قاسمًا مشتركًا بين الجميع، فلماذا نذهب لقضايا خلافية تمثل طرفًا واحدًا؟ وهل إذا جاءت حماس وفرضت رؤيتها السياسية سيقبل الإخوة في فتح بذلك؟



وأضاف مشعل أننا نريد أن نبقى ملتزمين بالسياسات الذي اتفقنا عليها في وثيقة الوفاق الوطني وفي القاهرة ومكة وغير ذلك لا يلزمنا والأخطر من ذلك هو رفض المقاومة وتجريم سلاحها.



فالرئاسة الفلسطينية والحكومة اللا شرعية لسلام فياض في الضفة تتصرَّف لتطبيق خارطة الطريق سيئة الذكر ومن طرف واحد؛ فالعدو يفعل ما يشاء ويفعلون ذلك على قاعدة تجريم المقاومة وسلاحها، ويشرِّعون القبض على من يملك سلاحاً للمقاومة، ونحن نرفض ذلك رفضًا قاطعًا، وفي وثيقة الوفاق الوطني جاء تثبيت حق المقاومة وسلاحها وشرعيتها، ولا أحد في الساحة الفلسطينية لديه الأهلية أو التفويض أن يجرِّم المقاومة، وأن يرفضها ويصادر السلاح على أساس تجريمها.. إذن لا اشتراطات سياسية جديدة، وما اتفقنا عليه يكفي لتأسيس وفاق وطني على أساس برنامج سياسي وطني مشترك.



مناخ مناسب

وطالب مشعل بخلق مناخ إيجابي للمصالحة؛ وذلك عن طريق الإفراج عن المعتقلين قائلاً: "نحن في غزة أفرجنا عن كل من هو غير مدين بتفجيرات ضد الأمن الوقائي، أما في الضفة فلم يحدث ذلك؛ بل تصاعد الاعتقال ويزداد في التصاعد كلما اقتربنا من المصالحة؛ فهل هذا يدل على نوايا طيبة؟ فلا يُعقل أن تكون المصالحة بعد عدة أيام وتتصاعد الاعتقالات؟ وعدنان عصفور خير مثال على ذلك؛ حيث تعتقله أجهزة السلطة بعد الإفراج عنه من سلطات الاحتلال ويُضرب ويُهان ولم يُفرج عنه إلا تحت الضغط!!.



وحول ما يطالب به البعض بوضع ملف الاعتقالات على طاولة المصالحة؛ وصف مشعل ذلك بأنه مغلوطٌ؛ لأن الموجود ليس بقايا معتقلين وإنما تصاعد في الاعتقالات والتعذيب الذي أصاب بعض المعتقلين في السجون بالشلل، ومنظمات حقوق الإنسان تشهد بذلك؛ فهذا منطق غير مقبول.



وأضاف مشعل أننا طلبنا من الجامعة- بل ونطلب من أي طرف عربي محايد- أن يذهب لغزة والضفة؛ ليقف على الحقيقة بنفسه، كما شدَّد مشعل على ضرورة إقامة حالة تكافؤ بين الأطراف المتصالحة على طاولة الحوار، مؤكدًا أن هذا لا يعني منازعةً لرئيس السلطة على منصبه؛ لأن هذا ليس اجتماعًا في الجامعة العربية ولا قمة عربية وإنما لقاء فلسطيني فلسطيني برعاية عربية، وبالتالي فعلى المرتِّبين للمصالحة أن يحققوا هذا التكافؤ؛ لا أن يكون الواقع عبارةً عن حفل خطب لا علاقة لها بالمصالحة، ويتم التوقيع ثم ينتهي المولد؛ حسب وصفه.



تأييد الوزراء العرب

وقال مشعل: "لقد شرحت موقفنا لعدد من وزراء الخارجية العرب؛ فلم يلُمْنا أحدٌ أو يعتب علينا أحدٌ؛ لأنها مطالب منطقية؛ فنحن ندعو الإخوة في مصر والجامعة العربية وكل طرف عربي يرغب في رعاية المصالحة أن يأخذ ذلك في أي تسوية قادمة أو ترتيب قادم، وهذا ليس شرطًا على أحد؛ لأنه حق طبيعي ومستلزمات منطقية ومكونات حقيقية للحوار البناء؛ فلترتبوها، ثم اكتشفوا نوايا حماس لتقفوا على جديتها ونحن جاهزون".



وفيما يتعلق بالبرنامج السياسي الذي يجب أن يكون عليه الفلسطينيون؛ قال مشعل إن هذا البرنامج ينبغي أن نستعد له جيدًا على الساحة الداخلية؛ لأننا أمام معركة كبيرة مع العدو، وفي ظل ظروف دولية ربما نلتقط بعض متغيراتها؛ منها أن العدو ماضٍ في برنامجه على الأرض ولم يثبت أي موقف صريح للموافقة على الحقوق الفلسطينية والعربية، رغم كل المفاوضات التي تمت وتتم، ورغم كل الجهد العربي منذ 2002م وحتى الآن لم يعطِ الطرف الصهيوني أي موقف إيجابي لتسوية حتى على أساس حدود 67..



وطالما اتفقنا على مطلب وطني موحَّد على حدود الرابع من حزيران 67؛ فعلينا أن نعمل ونتفق على استعادة الأرض كاملةً، بعيدًا عن قصة التبادل لأنها خدعة كبيرة.. يقولون 7% وهي عمليًّا أكثر من 40%؛ لأنها تمثل القدس كاملةً، وهي أكثر من 10% من الضفة الغربية وشريط غور الأردن 22%، وما يقولون عنه خلف الجدار 7% هو في الواقع 12%، وبالتالي نحن أمام 40%، ويكفي أننا قبلنا بحدود 67؛ فإنهم يريدون المساومة علينا فيما قبلناه على مضض؛ فهذا منطق غير مقبول، كما أن المفاوض الفلسطيني غير مفوّض في قصة التبادل، وهذا مخالف لما وقَّعنا عليه في وثيقة الوفاق الوطني، ولا بد من تفكيك كافة المستوطنات وهدم الجدار ولا بد من القدس قبل كل شيء وبعده، والقدس نقصدها كاملةً كما كانت قبل احتلالها قبل 67 وكذا حق العودة دون تفريط؛ وفق ما وقَّعنا عليه في القاهرة 2005م؛ حيث تم النص على بند العودة صراحةً؛ فعلى الجميع أن يسعى لتطبيق ما اتفقنا عليه، وفي الملتقى الذي نحن فيه يقف الجميع ليؤكد على حقنا في العودة، بينما المفاوض الفلسطيني الذي ينام ويصحو ويعيش على المفاوضات يريد أن يختزل حق العودة والسيادة على المعابر والحدود؛ فالصهاينة لا يريدون أن يعطوا هذا الحق لنا والأسرى والمعتقلون الذين يتجاوز عددهم 12 ألفًا.



وأضاف مشعل: إنه لأجل ذلك كله لا بد من إعادة هيكلة وضعنا السياسي؛ لأن الصهاينة يستغلون وضعنا الحالي ويعمقون الانقسام ويضعون كل ما يُضعف المفاوض الفلسطيني الذي لا يستقوى بالمقاومة ليخوض مفاوضاتٍ عبثيةً لا يجني من وراءها شيئًا.



وفيما يتعلق بالعلاقات مع الإدارة الأمريكية الجديدة؛ قال مشعل ما حدث في أمريكا متغير جديد، ومستعدون للتعامل مع باراك أوباما بعقل مفتوح؛ بشرط أن تحترم إدارته الحقوق الفلسطينية والعربية، وأن تغير سياستها القائمة على الانحياز دون أن نتدخل في سياق التشاور، وأن تقدم شيئًا جديدًا؛ لأننا قدمنا الكثير، أما اللعب في الوقت الضائع وإعلان المفاوضات ثم المفاوضات؛ فهذا لعب بالحقوق الفلسطينية.



أقوال لمشعل في المؤتمر الصحفي

- الرئاسة الفلسطينية يحكمها قانون لا بد من احترامه، ولا أحد يستطيع أن يمثل الرئاسة الفلسطينية بعيدًا عن القانون، ومن يفعل ذلك سنتعامل معه وفق مخالفته.



- منظمة التحرير نحترمها كمؤسسة وغطاء يجمع الداخل والخارج، لكن نريد أن نعيد بناءها في الداخل والخارج لنعيد لها كيانها وليس في نيتنا صناعة بديل لها؛ لأنها ملك للشعب الفلسطيني، ولا يستطيع أحد احتكارها، والقائمون عليها اليوم- خاصةً اللجنة التنفيذية- فاقدون للشرعية بقوانين المنظمة نفسها.



- نرحب بمصر راعيًا للمصالحة، ومثلها كل الدول العربية، وكذلك الجامعة العربية، وليس عندنا أي مانع من أي تدخل عربي، وإنما نريد فقط أن يحترموا مطالبنا ومستلزمات الحوار، وأن يقفوا على مسافة واحدة من جميع الفرقاء الفلسطينيين.


أبو مازن


- صحتين وعافية لأبو مازن بمنصبه الرئاسي بعد إعلان أمس، وإنها كما يقول الشاعر (أوصاف مملكة في غير موضعها)، فالشعب الفلسطيني ليس بحاجة إلى دولة في الهواء، لقد سبقوا وأعلنوا الدولة عام 88.. كفانا 20 عامًا دولة في الهواء.. الشعب بحاجة لدولة على الأرض.



- لم أسمع كلام أبو مازن عني أمس وهو ينالني؛ لكني لن أنزل لهذا المستوى، فكل إناء ينضح بما فيه، لقد أساء أبو مازن لشخصي ولحماس وللقضية وللحق الوطني، أما حقي الشخصي فسوف آخذه منه أمام الله تعالى؛ فحسبنا الله ونعم الوكيل.



- الحصار على غزة يمثل ضغطًا على أهلها، والتهدئة محطة في طريق المقاومة، ونحن ملتزمون بالتهدئة حتى 19 ديسمبر القادم؛ بشرط التزام العدو، وبعد ذلك لنا حسابات أخرى.
- أهلنا في الضفة قدموا مقاومةً باسلةً لكنهم اجتمعت عليهم المصائب جميعًا؛ فسلاح المقاومة مجرَّم على كل الفصائل هناك، ولكنه يعرف متى يتحرك.



- علاقتنا مع الأردن قائمة وتنمو بالتدريج وفق رؤية الإخوة في الأردن؛ فهم يريدون ذلك التدرُّج، ونحن نحترم ذلك.



- الوثائق التي حصلت عليها حماس وتخص فضائح الأجهزة الأمنية في غزة بعضها عرضناه وبعضها نُشِر في الإعلام وبعضها يتعلق بالدور الأمريكي سلمناه لشخصيات صحفية دولية محترمة لتنشره بطريقتها الخاصة، وهناك جزء نحتفظ به، وهناك جزء آخر تعف النفس البشرية عن نشره.



- تلقينا إشارات بخصوص كسر الحصار عن غزة بحرًا، لكن لن نعلن عنها حاليًّا، ولا زالت دعوتي لكسر الحصار قائمة.



- لا بديل عن الحوار والمصالحة، ولا أحد يستطيع أن يعزل حماس