Kamis, 01 Januari 2009

TOPENG


Asww.
Gaza telah berhasil membuka topeng yang selama ini di pakai zionis Israel dalam mengelabui dan menipu masyarakat dunia termasuk di Indonesia.

Topeng manipulasi yang selama ini dipakai Zionis Israel telah banyak memakan korban, yang telah menjadi korban tidak tanggung-tanggung, mereka terdiri dari pejabat, intelektual, pimpinan ormas, budayawan, akedemisi bahkan jurnalis.

Tanda-tanda mereka yang telah menjadi korban dari topeng manipulasi Zionis Israel dapat dilihat dari gaya hidup, kebijakan yang dihasilkan, kalimat yang keluar dari mulutnya dan tulisan yang dibuatnya senantiasa memuji dan mengagungkan Zionis Israel setinggi langit, sebaliknya mengecam pejuang Palestina yang berupaya melawan dan mengusir penjajah.

Serangan brutal Zionis Israel ke Gaza pada hari Sabtu, 27 Desember 2008 merupakan bukti yang kuat dan saksi nyata untuk kesekian kalinya telah membuka topeng manipulasi yang selama ini dipakai Zionis Israel.

Zionis Israel yang nota benenya adalah orang-orang Yahudi, telah melanggar larangan Tuhan. Bukankah di dalam Al Qur’an telah dijelaskan tentang larangan beraktifitas bagi orang Yahudi di hari Sabtu ??? bahkan untuk mengambil ikan di hari Sabtu juga dilarang, walaupun alasannya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Apa yang dilakukan Zionis Israel pada hari Sabtu, 27 Desember 2008 ???

Bukannya mereka beribadah menyembah Allah swt Tuhan Yang Maha Kuasa, bukannya melakukan perenungan diakhir tahun, tetapi yang mereka lakukan dan yang dipertontonkan secara vulgar kepada masyarakat dunia adalah serangan brutal, pembantaian terhadap rakyat Gaza yang tidak berdosa, anak-anak, orang tua bahkan bayi, menghancurkan masjid dan rumah penduduk.

“Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka: "Masukilah pintu gerbang itu sambil bersujud", dan Kami perintahkan (pula), kepada mereka: "Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu", dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.” (QS: AnNisa’/4: 145).

“Sesungguhnya diwajibkan (menghormati) hari Sabtu atas orang-orang (Yahudi) yang berselisih padanya. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar akan memberi putusan di antara mereka di hari kiamat terhadap apa yang telah mereka perselisihkan itu”. (QS: An Nahl/16: 124).

“Dan tanyakanlah kepada Bani Israel tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik”. (QS: Al A’raaf/7: 163).

Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina". (QS: Al Baqarah/2 : 65).

Wajah asli Zionis Israel saat ini dapat dilihat sebagai wajah penipu, culas, wajahnya sangat menakutkan bagi mereka yang ingin ketenangan, wajahnya sangat buruk membuat orang muak melihatnya, wajahnya dapat menebar virus kerusakan.

Wajah itu adalah wajah penjajahan gaya baru, tabiatnya merusak, menghancurkan, tidak memiliki rasa prikemanusiaan dan prikeadilan serta menghinakan penduduk negeri yang dijajahnya.

Dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat." (QS: An Naml/27 : 34).

Tidak terbayangkan oleh akal sehat, bagaimana mungkin dalam sehari, lebih dari 150 orang gugur dibantai dengan senjata mematikan, lebih 300 orang luka-luka, badan dan kepala bersimbah darah.

Jet-jet tempur F-16 dan helikopter Apache militer Zionis Israel yang difasilitasi dengan bom pintar GBU-39 buatan Amerika Serikat dengan berat 113 kilogram membombardir rumah-rumah penduduk, masjid dan sarana umum di Gaza. Sekarang yang tampak hanya puing-puing bangunan di seantero Gaza. Bom pintar buatan AS, GBU-39 untuk pertama kali diserahkan kepada Zionis Israel pada pertengahan bulan Desember lalu (2008).

Minimal sudah 394 orang rakyat Palestina gugur sejak serangan biadab Zionis Israel, Sabtu, 27/12/08 hingga memasuki hari kelima. Deputi Menteri Kesehatan pemerintah pilihan rakyat Palestina, dr Moawiyah Hasanain hari Rabu (31/12/08) seraya menyinggung, jumlah korban luka warga Palestina di Gaza sudah mencapai sekitar 1.900 orang, 300 orang sangat parah dan minimal 41 anak-anak gugur syahid dalam serangan Israel ke Gaza, hari Selasa (30/12/08).

Serangan membabi buta yang menghancurkan dan meluluh lantakkan Gaza telah melengkapi penderitaan rakyat Palestina, karena hingga saat ini Zionis Israel masih menerapkan Blokade tarhadap Gaza dan sudah berlangsung dua tahun. Tidak ada satu negarapun yang mampu mencabut blokade tersebut termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sungguh sangat ironi!

Akibat blokade, 80% masyarakat Gaza hidup dalam kegelapan setiap hari karena tidak ada aliran listrik, 150 jenis obat yang dibutuhkan mereka yang sakit sudah tidak ada lagi dan persediaan obat yang ada makin menipis, 80% pabrik roti sudah tutup karena tidak ada lagi gandum yang tersedia, bahkan ada keluarga dengan delapan orang anak tidak lagi makan sebagai mana layaknya, sehingga untuk mempertahankan hidupnya harus makan rumput, makanan yang seharusnya diberikan kepada kambing atau sapi, akan tetapi saat ini sudajh menjadi makanan di Gaza.

Semua itu merupakan gambaran tentang susah dan menderitanya rakyat Gaza karena blokade yang diterapkan penjajah zionis israel yang didukung antek-anteknya.

Sudah menderita sedemikian rupa, kesusahan rakyat Gaza ditambah lagi dengan serangan brutal yang menyebabkan anak-anak yang tidak berdosa mati. Sungguh sangat memilukan hati, menggoncang perasaan mereka yang masih memiliki iman dan jiwa sehat.

Apakah topeng manipulasi Zionis Israel belum juga di ketahui dan dipahami???

Berapa lagi rakyat Gaza yang akan dibantai Zionis Israel???

Semua berpulang kepada keseriusan masyarakat dunia khususnya kaum muslimin untuk menghentikan kezaliman tersebut.

(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)." (QS: Ali Imran/3 : 8)

Rabu, 31 Desember 2008

MUSIUM


Asww.
Mufti Yerusalem dan aktivis pergerakan Palestina mendesak dunia Arab ikut turun tangan guna menghentikan rencana rezim Zionis Israel membangun museum Yahudi di lokasi pemakaman Muslim di Yerusalem. Karena di pemakaman tersebut, terdapat makam para sahabat Rasulullah.

Mereka menyampaikan seruan tersebut setelah pengadilan Israel memberikan izin atas pembangunan museum Yahudi tersebut pada Kamis (30/10 dan menolak permohonan dua organisasi Muslim Palestina agar rencana pembangunan museum Yahudi di lokasi pemakaman Muslim dihentikan.

Pengadilan Israel beralasan, pemakaman tersebut sudah digunakan oleh masyarakat umum sejak otoritas pemerintahan Kota Yerusalem membangun tempat parkir di dekat pemakaman itu pada tahun 1960-an. Pengadilan Israel juga mengatakan, tawaran dari pelaksana pembangunan proyek museum agar kerangka mereka yang di makamkan di pemakaman tersebut dipindahkan dan dikuburkan kembali di tempat lain, cukup memuaskan.

Pembangunan museum ini dihentikan pada tahun 2006 setelah ditemukan sejumlah kerangka manusia saat dilakukan penggalian untuk membangun pondasi. Setelah keluar keputusan pengadilan hari Kamis kemarin, maka pembangunan museum itu akan dilanjutkan kembali.

Mufti al-Quds (Yerusalem Timur) Syaikh Mohammad Hussein menyatakan keputusan pengadilan Israel merupakan keputusan yang sangat serius karena akan membahayakan sebuah tempat suci milik Muslim. Ia menyebut pembangunan museum Yahudi yang dibangun oleh kelompok Yahudi di Los Angeles dan menelan biaya sebesar 250 juta dollar ini, sebagai tindakan agresi Israel terhadap Muslim Palestina

Hal serupa dilontarkan Pimpinan Gerakan Islam di Israel, Syaikh Raed Salah. "Israel sudah menyatakan perang global terhadap Muslim dan Arab. Di pemakaman itu terdapat makam seorang jenderal sahabat Rasulullah saw," kata Syaikh Salah dalam keterangan persnya Kamis kemarin, merespon keputusan pengadilan Israel.

Menurutnya, di pemakaman tersebut terdapat sekitar 70.000 makam warga Muslim dan pembangunan museum Yahudi di lokasi itu merupakan bagian upaya Yudaisasi Israel di al-Quds. Syaikh Salah menyerukan dunia Islam dan Arab segera bertindak untuk menghentikan pembangunan museum Yahudi tersebut di lokasi pemakaman Muslim.

"Kami sudah mengirimkan pesan ke Liga Arab dan Organisasi Konferensi Islam agar kejahatan Israel ini dihentikan," kata Syaikh Salah.

Israel menduduki al-Quds usai perang tahun 1967 dan mengakuinya sebagai bagian dari wilayah Israel meski dunia internasional menentangnya. Al-Quds merupakan kota penting bagi umat Islam dunia karena di kota ini terdapat kompleks Masjid al-Aqsa, masjid suci ketiga bagi setelah Masjid Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Masjid al-Aqsa merupakan peninggalan sejarah yang penting karena masjid ini pernah menjadi kiblat pertama bagi umat Islam dan menjadi bagian dari peristiwa Isra Mi'raj Rasulullah Muhammad saw.

Di kota al-Quds selain Muslim, juga terdapat tempat peribadahan penting bagi umat Kristiani, antara lain Gereja Yerusalem dan Gereja Yunani Ortodoks. Tokoh umat Kristiani di Yerusalem Atallah Hana juga mengecam keputusan pengadilan Israel yang disebutnya sebagai bukti nyata dari penjajahan Zionis Israel di al-Quds.

"Kami bahu membahu, antara Muslim dan umat Kristiani di Palestina," tukas Atallah Hana. (ln/iol/aby)

Senin, 29 Desember 2008

PENJARA


Asww.
Pengadilan Israel memvonis juru bicara parlemen Palestina Abdul Aziz Dweik dengan hukuman tiga tahun penjara atas tuduhan "menjadi anggota organisasi terlarang". Vonis itu dibacakan di kamp militer Ofer milik Israel, dekat kota Ramallah, Tepi Barat

Dweik adalah anggota dari gerakan Hamas di Palestina yang oleh rezim Zionis dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris. Sebelum divonis, Dwik sudah berada dalam penjara Israel selama 2 tahun 4 bulan. Tentara Israel menangkap Dweik di Ramallah tahun 2006, dalam operasi penangkapan terhadap anggota Hamas setelah peristiwa penculikan prajurit Israel Gilad Shalit oleh pejuang Palestina.

Dalam operasi itu, Israel menangkap sepertiga dari anggota kabinet Palestina dan puluhan anggota parlemen Palestina yang kesemuanya anggota Hamas. Dweik terpilih sebagai juru bicara fraksi Hamas di parlemen, ketika Hamas memenangkan pemilu di Palestina pada bulan Januari 2006.

Hamas mengecam vonis Israel dan mengatakan bahwa vonis itu merupakan "cobaan" bagi demokrasi di Palestina dan "ujian" bagi konsep demokrasi dunia. "Pengadilan terhadap Dweik jelas menunjukkan arogansi rezim Zionis yang telah melanggar banyak aturan hukum internasional dan hak asasi manusia," demikian pernyataan Hamas.

Hamas juga menyatakan, Israel sengaja menjadikan simbol-simbol nasional rakyat Palestina sebagai target dari penjajahannya terhadap bangsa Palestina. Hamas menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah mengakui Israel dan pengadilan-pengadilan "rasis" Israel. Hamas juga menyerukan dunia internasional untuk melaksanakan mandatnya dalam menghadapi kesewenang-wenangan Israel. (ln/almnr/PIC)

gilashalit


Asww.
Prajurit Israel Gilad Shalit yang sejak tahun 2006 berada dalam tawanan para pejuang Palestina di Jalur Gaza, dilaporkan ikut menjadi korban serangan pasukan Zionis ke wilayah itu.

Pimpinan Brigade Izzudin al-Qassam, sayap militer Hamas pada Islamonline mengatakan bahwa Shalit terluka setelah gedung tempat prajurit Israel itu ditahan hancur akibat bom yang dijatuhkan dari pesawat tempur F-16 Israel. Beberapa pejuang Hamas yang sedang menjaga Shalit, juga mengalami luka-luka. Shalit tertangkap oleh pejuang Palestina dalam sebuah aksi penyergapan di Jalur Gaza pada bulan Juni 2006.

Pimpinan Brigade al-Qassam menolak menjelaskan seberapa parah luka-luka yang dialami Shalit. Ia hanya mengatakan bahwa Shalit selamat dan sekarang sudah dipindahkan ke lokasi yang aman untuk mendapatkan perawatan medis.

"Dia (Shalit) mungkin harus menjalani operasi. Kami memberikan perawatan seperlunya pada Shalit, karena keterbatasan yang ada di Gaza. Kami tidak akan membiarkan dia mati akibat luka-lukanya," kata pimpinan Brigade al-Qassam. Sikap yang sangat kontras jika dibandingkan dengan tindakan biadad Israel terhadap rakyat Palestina.

Pimpinan Brigade al-Qassam itu mengatakan, Israel mungkin tidak tahu pasti dimana tempat Shalit ditahan. "Kecuali jika Israel memang ingin mengorbankan Shalit tanpa menawarkan sesuatu untuk menyelamatkan prajuritnya itu," tukasnya. (ln/iol)

Selasa, 23 Desember 2008

Natal


Assalamu’alaykum,

Pak, benarkah Natal atau kelahiran Nabi Isa a.s. itu terjadi pada tanggal 25 Desember? Saya bingung, akhir Desember itu kan musim dingin, padang rumput selalu ditutupi salju, tapi di dalam berbagai pementasan atau kisah tentang lahirnya Nabi Isa a.s. selalu digambarkan jika para penggembala melepaskan ternaknya di padang rumput di waktu itu? Ini kan tidak nyambung.

Lalu ada yang bilang jika 25 Desember sebenarnya merupakan hari lahirnya anak Dewa Matahari, The Son of God, sebab itu sembahyang kaum penyembah Dewa Matahari dilakukan pada hari Sun-Day (Hari Matahari). Mengapa saudara-sadara kita umat Kristen kok melakukan yang sama? Sekian saja Pak. Terima kasih.

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Senin, 22 Desember 2008

JILBAB


Asww
Muslim Berjilbab Dilarang Masuk Ruang Pengadilan AS

Muslim berjilbab dilarang masuk di pengadilan AS, meski kenyataannya ada 7 juta populasi muslim di negara itu

Badan Hubungan Islam-Amerika (CAIR) Selasa (16/12) dipanggil oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS), dalam rangka investigasi serial insiden, tentang beberapa wanita muslim di Georgia dilarang memasuki ruang pengadilan lantaran mereka mengenakan kerudung atau jilbab.

Dalam insiden terakhir, seorang muslim berjilbab dipenjarakan di hari Selasa yang sama setelah bertikai apakah ia boleh atau tidak masuk ke dalam ruang pengadilan. Frustasi karena dilarang masuk, si wanita pun berkata keras sambil menyumpahi petugas dan meninggalkan pengadilan.

Saat ia hendak pergi, petugas pengadilan dilaporkan memborgol wanita itu dan membawanya ke ruang hakim dimana ia diputuskan masuk penjara selama 10 hari atas tuduhan penghinaan.

Berdasarkan penuturan sang suami, istinya itu sebenarnya hanya berupaya masuk ke dalam ruang pengadilan di Douglasville Ga, untuk menyelesaikan urusan pengadilan kemenakannya terkait denda tilang. Setelah ia memasuki ruang keamanan, seorang petugas menyatakan jika ia tidak dijinkan masuk ke ruang pengadilan dengan penutup kepala-yang dianggap simbol keagamaan.

Anggota komunitas muslim lokal menuturkan pada CAIR jika telah ada dua insiden sebelum ini, dimana muslim dilarang memasuki pengadilan gara-gara jilbab.

Seorang perempuan muslim lokal melaporkan pada CAIR jika ia dan putrinya berusia 14 tahun juga dilarang di pengadilan yang sama karena mengenakan kerudung.

"Kami bertanya pada Departemen Kehakiman, untuk menginvestigasi insiden demi memastikan apakah hak-hak kebebasan beragama para wanita telah dilukai," ujar Direktur Komunikasi Nasional CAIR, Ibrahim Hooper seperti yang dikutip oleh muslimnews.com.

"Hakim memang memiliki hak untuk mengatur standar berpakaian, dan tingkah laku di dalam ruang sidang, namun standar itu seharusnya tidak melukai hak asasi yang diatur undang-undang negara," papar Ibrahim."Juga tidak menghalangi seorang mengakses sistem legal nasional kita," imbuh Ibrahim.

Tahun lalu, perwakilan CAIR bertemu dengan dewan kota dan petugas pengadilan di Valdosta.Ga, untuk mendiskusikan kebijakan berkaitan mengenakan jilbab di ruang pengadilan lokal. Pertemuan itu digagas setelah sebuah insiden Juni 2007 lalu terjadi. Dalam insiden itu seorang wanita yang hendak memasuki ruang sidang di Valdosta dihadang karena mengenakan kerudung penutup kepala.

Dalam sebuah surat yang dilayangkan kepada jaksa wilayah Georgia, CAIR mengatakan jika aksi para hakim telah melukai Peraturan Kehakiman Georgia, Judul III- UU Hak Sipil 1964, dan juga Amandemen I dan XIV tentang hak kebebasan bergama dan persamaan perlindungan di bawah hukum. Padahal negara Paman Sam itu, kini telah menjadi rumah bagi sekitar 7 juta populasi muslim./it

Rabu, 17 Desember 2008

ANTI


Asww.
Israel Galang Kekuatan Anti-Islam
Tak banyak diekspos media, pada hari Minggu (14/12) kemarin di Yerusalem, berkumpul sejumlah tokoh-tokoh anti-Islam dari Israel dan luar negeri, seperti Daniel Pipes yang dikenal sangat islamofobia, Geert Wilders si pembuat film "Fitna" dan anggota parlemen Belanda dan tokoh sayap kiri di parlemen Israel, Aryeh Eldad.

Mereka berkumpul di Yerusalem dalam acara konferensi anti-Islam yang digagas Israel. Dalam konferensi satu hari itu, dalam pidatonya Wilders mengakui bahwa ia seorang pembenci Islam. Ia memuji Israel yang telah menggagas konferensi tersebut dan mengatakan bahwa konferensi anti-Islam juga harus digelar di Belanda dan di negara-negara Eropa lainnya.

Wilders juga mengatakan invasi Barat ke negeri-negeri Muslim seharusnya tidak hanya menjadikan kelompok-kelompok Islam militan sebagai target serangan mereka, tapi juga harus membidik agama Islam itu sendiri. Pidato Wilders yang berisi penghinaan terhadap Islam, Muslim dan al-Quran mendapat sambutan "standing ovation" dari para hadirin.

Sambutan itu mengindikasikan makin meningkatnya trend kebencian terhadap Islam di Israel, yang memang bersikap hangat pada tokoh-tokoh sayap kiri di Eropa yang terang-terangan bersikap rasis dan membenci Islam dan Muslim. Saat ini, Wilders memang sedang menggalan aliansi dengan orang-orang Yahudi anti-Islam di Israel dan Amerika Utara, untuk menyebarkan kebencian dan fitnah terhadap Islam.

Berbeda dengan Wilders, Daniel Pipes mengatakan, tidak bijak jika agama Islam dijadikan target serangan. Karena, jika yang dibidik Islam sebagai agama, justeru akan menimbulkan perlawanan dari umat Islam dan umat Islam akan bersatu membela agamanya.

"Mereka yang menganggap Islam lebih penting untuk dijadikan musuh dan bukan jihad, tidak menyadari adanya perubahan yang terjadi beberapa tahun belakangan ini. Kalangan Islam moderat, meski jumlahnya kecil, tapi bertambah kuat dalam dua tahun belakangan ini," ujar Pipes.

Pipes dan pembicara lainnya dalam konferensi itu mendukung AS agar melanjutkan perangnya melawan kalangan yang mereka sebut sebagai "Islam radikal", melihat fakta makin menguatnya kelompok-kelompok Islam di banyak wilayah di dunia Islam. Salah satunya kelompok Taliban di Afghanistan.

Pipes juga menyatakan mendukung kelompok-kelompok di Israel yang menolak proses perdamaian dengan Palestina di Jalur Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur dan menolak dibentuknya negara Palestina merdeka.

"Saya menganjurkan untuk menghancurkan harapan bangsa Palestina yang menginginkan kebebasan dan kemerdekaan. Karena keinginan itu sama artinya dengan keinginan untuk menghancurkan Israel," kata Pipes, seorang Yahudi Amerika yang mendukung miltansi anti-Islam Presiden George W. Bush.

Ia menyarankan agar Israel mengusir warga non-Yahudi dari wilayah Palestina-Israel dan menerapkan apartheid secara penuh untuk menghapus hak-hak bangsa Palestina.

Pembicara lainnya, Profesor John Lewis dari Universitas Duke mengatakan, perang melawan kalangan "Islam radikal" sebaiknya tidak hanya difokuskan di negara-negara Arab, tapi juga negara-negara Muslim non-Arab seperti Indonesia dan Turki.

Mengomentari konferensi itu, Profesor Studi Islam di Universitas Hebron, Ismael Shindi mengatakan, konferensi yang digelar Israel di Yerusalem itu jelas sebuah konferensi yang ingin menyebarkan kebencian.

"Orang-orang yang hadir di konferensi itu bukan cendikiawan yang menginginkan kebenaran, tapi orang-orang termotivasi oleh penyakit dan kebencian buta terhadap Islam dan Muslim. Latar belakang dan reputasi mereka, telah merusak intelektual dan moral mereka," ujar Shindi.

"Mereka dengan gampangnya mengatakan bahwa Islam adalah musuh Barat atau Islam adalah agama kekerasan. Lantas, bagaimana mereka memandang aksi-aksi kekerasan, genosida dan holocaust yang dilakukan orang-orang Kristen di Barat selama 2000 tahun, dan kekejaman-kekejaman Yahudi di era modern sekarang ini," papar Shindi.

Ia mengatakan, jumlah korban perang Muslim sejak awal Islam tidak lebih banyak dari korban akibat satu perang yang dikobarkan orang Kristen atau Eropa. Shindi menambahkan, konferensi anti-Islam itu menunjukkan makin berkembangnya aliansi antara kekuata Nazi-Yudea di kalangan orang-orang fasis di Eropa dan Israel. Aliansi itu, kata Shindi, membuktikan bahwa banyak Yahudi Zionis yang tidak lagi menentang prinsip-prinsip Nazisme.